APA ITU PENDIDIKAN??

Standar

education

sahabat bintang, ini yang menjadi sebuah pertanyaan pada diri saya (muhammad ikhsan hidayat) ketika mengikuti mata kuliah pengelolaan pendidikan bersama dosen pak Sururi. Apakah negara kita udah benar-benar terdidik?jalankah pendidikan di negeri kita ini?lau apa hakikat pendidikan disetiap benak semua orang? itu yang menjadi pertanyaan dalam benak saya. di tambah lagi ketika pak Sururi meminta pendapat dari semua mahasiswa yang hadir pada waktu itu. ada yang berpendapat dari semua teman-teman saya bahwa pendidikan adalah mencari jati diri, perubahan sikap,prilaku, moral,kecerdasan,memanusiakan manusia,membentuk pola fikir, proses menuju kedewasaan,proses kegiatan belajar mengajar,kecakapan, pembentukan watak. dll,dkk, dsb (dan saya bingung). maka sebelum kita masuk ke dunia pendidikan kita harus tahu apa itu pendidikan?? dibawah ini ada definisi tentang pendidikan itu sendiri.

DEFINISI PENDIDIKAN

Untuk mengatahui  definisi pendidikan  dalam perspektif kebijakan, kita telah memiliki rumusan formal dan   operasional, sebagaimana termaktub dalam UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS (sistem pendidikan nasional), yakni:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

itu salah satu definisi tentang pendidikan? ada yang mau memberi pendapat? harus.

di dalam dunia pendidikan tentunya memiliki ciri-ciri selain definisi diatas.

  1. ada tujuan
  2. ada hubungan atau komunikasi antara pendidik dan yang dididik
  3. ada perubahan yang disadari dan perubahan itu cenderung permanen
  4. ada norma dan nilai-nilai yang diterima oleh masyarakat

KITA PECAHKAN KASUS BERSAMA

nah, mari kita pecahkan apakah ini pendidikan atau bukan pendidikan jika beracuan pada ciri-ciri pendidikan diatas.

  • kasus pertama

pada kasus pertama ini ada suatu tempat yang dimana tempat tersebut rawan akan pencopetan bahkan konon katanya tempat tersebut merupakan tempat satunya-satunya pusat pencopetan yang mempunyai lifeskill yang hebat. Ada cerita bahwasannya ditempat tersebut para pencopetnya terdidik karena ada pendidikannya, ada sekolah copet yang dipegang oleh sarjana menejemen yang menganggur sudah 5 tahun.waw…

anda tau sistem sekolahnya seperti apa sehingga menghasilkan para pencopet yang handal. yang pasti sekolah copet itu hanya 3 bulan, satu bulan teori dan dua bulan praktek. tanpa ijazah dan dijamin memiliki lifeskill yang hebat dibandingkan yang sekolah bertahun-tahun, syarat lulusnya tidak ribet. selama mencopet tidak boleh ketahuan. cukup syarat itu saja yang diajukan kepada murid-muridnya yang akan menjadi pencopet. nah, kemudian bagaimana dari segi keuangannya padahal sekolah ini gratis? namanya juga sarjana menejemen pastinya jago memenej dan mengelola. dari setiap hasil copetan tiap muridnya ada bagi hasil dengan sekolah untuk sistem pendidikan 20% untuk sekolah dan 80% untuk dirinya pribadi. laku kemudian hasil yang 20% itu dijadikan tabungan dan dipergunakan untuk KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).

unik kan?? ini kasus pertama. apakah menurut anda ini sebagai pendidikan? bisa di jawab….

  • kasus kedua

pada kasus kedua juga sama. apakah ini sebagai pendidikan? seperti kasus pertama. anda pernah melihat ronggeng monyet? yang belum pernah bisa dilihat di pinggir jalan-jalan zaman sekarang sudah banyak. yang menjadi pertanyaannya kenapa monyet itu pintar melakukan yang disuruh oleh majikannya. ketika majikannya bilang, “tong…tiarap tong!” monyet yang diberi nama otong dia tiarap. bahkan ketika diintruksikan tong jadi pembalap, monyet itu mengambil motor-motoran dan menaikinya. keren bukan?? monyet juga bisa seperti itu apalagi kita yang mempunyai akal dan fikiran. dari kemahiran Otong ini apakah dia bisa disebut telah menempuh pendidikan? boleh dijawab juga. atau kasus yang ketiga yang disebut pendidikan? kita lihat kasus ketiga ini!

  • kasus ketiga

kasus ketiga ini pertanyaannya sama, apakah ini yang namanya pendidikan? ada seorang balita yang diberi kebiasaan sama ibunya jika mau pipis/kencing harus bilang sama ibunya dan kemudian ibunya akan mengantarkan ke toilet. walaupun balita tersebut baru berumur 3 tahun tapi diberi kebiasaan untuk tidak kencing sembarangan oleh ibunya. hingga akhirnya balita tersebut jika mau kencing pasti mencari tempat untuk membuang air seninya dan kebiasaan itu terus terbawa sampai hari ini anda baca artikel saya ini. sahabat percaya bahwa kebiasaan yang diterapkan seorang ibu pada balita itu membawa dampak hingga dia dewasa? yang saya ceritakan tadi. percaya?bener?yakin percaya? jika anda tidak percaya dan bertanya apa buktinya? buktinya…tuh ada, anda sendiri sampai dewasa ini tidak kencing sembarangan, pastinya kalau mau buang air kecil cari toilet.buka? itu kan hasil arahan dari orang tua.

nah yang menjadi pertanyaan tadi hingga sekarang tidak berubah mana yang pendidikan mana yang bukan?atau ketiga-tiganya adalah sebuah proses pendidikan? disini sahabat boleh berpendapat. yang pastinya pendidikan itu mengacu juga pada proses pengajaran, pelatihan, pembelajaran, dan pengulasan.

NEGARA KITA SUDAH TERDIDIKKAH??

sahabat bintang, ini kasus yang harus kita pecahkan juga selain kasus tadi diatas. Negara kita ini apakah sudah terdidik? apa buktinya?kita lihat dari ciri-ciri pendidikan yang salah satunya adalah memiliki tujuan. Memiliki apa bisa diulangi? ya betul TUJUAN….itu salah satunya.

saya jabarkan tujuan dari pendidikan yang sudah dibahas di mata kuliah saya tadi Pengelolaan Pendidikan.

tujuan dari pendidikan itu harus menghasilkan outcome yang jauh lebih baik,seperti :

  1. Beriman dan Bertaqwa
  2. Berakhlak mulia
  3. Berilmu
  4. Cakap
  5.  Mandiri
  6. Bertanggung jawab
  7. Demokratis
  8. Kreatif

kedelapan ini yang harus ada pada tujuan dari pendidikan. anda mau menambahkan ?? boleh untuk ditambahkan…kita diskusi saja.

jika diacu pada outcome tujuan itu diatas pendidikan kita baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s