PENGUKURAN,PENILAIAN,EVALUASI

Standar
  1. 1.       Jelaskan pengertian pengukuran, penilaian, evaluasi dan evaluasi pembelajaran ?
  • Pengukuran
  1. Suatu usaha untuk mengetahui keadaan sesuatu sebagaimana adanya.
  2. Pengukuran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas “sesuatu”.
  3. Menurut Suharsimi ( 2004 ), pengukuran adalah membandingkan suatu obyek dengan alat ukur dan bersifat kuantitatif. Oleh karena itu, hasil pengukuran berupa angka, maka hasil pengukuran memiliki sifat – sifat deskriptif, menggambarkan, melukiskan dan menyajikan.
  4. Pengukuran adalah kegiatan membandingkan sesuatu dengan ukuran tertentu dan bersifat kuantitatif.
  • Penilaian
  1. Adalah usaha pembandingan hasil pengukuran dapat diperbandingkan terhadap berbagai jenis patokan atau pembanding.
  2. Penilaian adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan untuk mengumpulkan informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik dalam rangka membuat keputusan-keputusan berdasarkan kriteria dari pertimbangan tertentu.
  • Evaluasi
  1. Langkah-langkah mengukur atau menilai
  2. Pada hakikatnya evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas ( nilai dan arti ) dari sesuatu, berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu dalam rangka pembuatan keputusan.
  • Evaluasi pengajaran

Penaksiran atau penilaian terhadap pertumbuhan dan kemajuan murid-murid kea rah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah diterapkan dalam kurikulum.

  1. 2.       Bagaimana kedudukan evaluasi dalam kurikulum?

kurikulum meliputi segala aspek kehidupan dan lapangan hidup manusia dalam masyarakat modern ini yang dapat dimasukkan ke dalam tanggung jawab sekolah, yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan pribadi murid serta memberi sumbangan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat.

Dan pengertian tersebut di atas jelaslah bahwa kurikulum bukan hanya apa yang tercantum di dalam “Buku Pedoman Kerja” atau “Garis-garis Besar Program Pengajaran”, melainkan mencakup semua kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan sekolah, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam rangka kurikulum sekolah diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan harus sejalan dengan tuntutan pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah dan rakyat Indonesia.

  1. 3.       Sebutkan tujuan pendidikan nasional seperti yang telah digunakan UUD 1945?

(1) Pasal 31, ayat 3 menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”

(2) Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.”

  1. 4.       Jelaskan tujuan institusional, kurikuler, dan instruksional ?
    1. Tujuan Institusional, yaitu tujuan pendidikan yang disesuaikan dengan jenis dan tingkatan sekolah masing-masing. Tujuan Institusional ini tercantum di dalam kurikulum sekolah atau lembaga pendidikan, dan menggambarkan secara umum hasil anak didik (manusia) yang bagaimanakah yang harus dicapai setelah menyelesaikan belajarnya di sekolah atau lembaga itu. Dengan demikian, tujuan Institusional STM, MA tidak sama denganSMEA, dan sebagainya.
  1. Tujuan Kurikuler, yaitu tujuan kurikulum sekolah yang telah dirinci menurut bidang studi, mata pelajaran, atau kelompok mata pelajaran. Meskipun tujuan institusional sekolah yang sejenis itu sama, tiap bidang studi mempunyai tujuan masing-masing yang berbeda. Namun, tidak boleh kita lupakan bahwa baik Tujuan Kurikuler maupun Tujuan Institusional merupakan penjabaran dan Tujuan Umum sehingga tidak boleh menyimpang dan atau bertentangan dengan Tujuan Umum.
  1. Tujuan Instruksional, yaitu tujuan yang dirumuskan dari bahan pelajaran, topik, atau subtopik yang akan diajarkan oleh guru. Dengan merumuskan dan mengetahuj Tujuan Instruksional itu sebelum mengajar, guru dapat membayangkan hasil tingkah laku (behavioral objectives) apa yang seharusnya dicapai murid setelah melakukan kegiatan belajar tertentu, di samping alat evaluasi belajar, metode-metode mengajar serta kegiatan-kegjatan belajar yang sesuai/relevan untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan.
  1. 5.       Sebutkan aspek – aspek yang terdapat dalam 3 domain yang dikemukakan oleh Benyamin Bloom mengenai hasil belajar sebagai objek penelitian?
    1. Ranah Kognitif
      1. Pengetahuan atau ingatan
      2. Pemahaman
      3. Aplikasi
      4. Analisis
      5. Sintesis
      6. Evaluasi
  1. Ranah Afektif
    1. Penerimaan
    2. Jawaban dan reaksi
    3. Penilaian
    4. Organisasi
    5. Internalisasi
  1. Ranah Psikomotoris
    1. Gerakan reflex
    2. Keterampilan gerakan dasar
    3. Kemampuan persepsual
    4. Keharmonisan
    5. Gerakan keterampilan kompleks
    6. Gerakan ekspeasif dan interpretative
  1. Berilah contoh yang lain tentang hasil pengukuran dan hasil penilaian?

Contoh Pengukuran :

skor nilai yang diperoleh peserta didik ada yang memperoleh skor 55, 66, 74, 87, dan seterusnya (pengukuran).

Contoh Hasil penilaian:

Juara 1 nilainya 100,

Juara 2 nilainya 99

Juara 3 nilainya 90

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s