Rangkuman BAB 3 buku Teori Belajar dan Pembelajaran tentang teori kognitif. Kegiatan belajar 2: Model Teori Belajar Bruner Dan Ausubel

Standar

Nama buku         : TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Penulis                 : Prof. Dr. Udin S. Winataputra, dkk

Penerbit              : Universitas Terbuka

Tahun Terbit      : 2007

 

Rangkuman BAB 3 buku Teori Belajar dan Pembelajaran tentang teori kognitif.

Kegiatan belajar 2: Model Teori Belajar Bruner Dan Ausubel

 

  1. a.       Prinsip-prinsip belajar Bruner

       Jerome S. Bruner adalah seorang ahli psikologi kognitif yang member dorongan agar pendidikan member pada pentingnya pengembangan berfikir.

       Bruner tidak menggunakan teori belajar yang sistematis. Dasar pemikiran teorinya memandang bahwa manusia adalah pemroses, pemikir, dan pencipta informasi. Oleh karena itu. Yang terpenting dalam belajar adalah cara – cara bagaimana seseorang memilih, mempertahankan, dan mentransformasikan informasi yang diterimanya secara aktif.

       Ada tiga proses kognitif yang terjadi dalam belajar, yaitu :

  1. Proses perolehan informasi baru.

Perolehan informasi bisa didapat dengan cara membaca, mendengarkan guru,melihat dll.

  1. Proses mentransformasikan informasi yang diterima

Proses transformasi pengtahuan merupakan suatu proses bagaimana kita memerlukan pengetahuan yang sudah diterima agar sesuai dengan kebutuhan. Informasi yang diterima dianalisis, diproses, atau diubah menjadi konsep yang lebih abstrak agar suatu saat dapat dimanfaatkan.

  1. Menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan

Pada tahap ini agar dapat bermanfaat untuk memecahkan masalah yang dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari.

 

       Selanjutnya, agar proses belajar lancar menurut Bruner didalam bukunya proses of education ada tiga factor yang sangat ditekankan dan harus menjadi perhatian para guru di dalam penyelenggaraan pembelajaran, yaitu :  a) pentingnya memahami struktur mats pelajaran, b)pentingnya belajar aktif supaya seseorang dapat menemukan sendiri konsep-konsep sebagai dasar untuk memahami dengan benar,dan c) pentingnya nilai dari berfikir induktif.

 

  1. b.      Model pengembangan kurikulum

       Pandangan Bruner tentang pentingnya pengembangan berpikir dalam proses pendidikan telah menghasilkan rekomendasi perlunya perancangan kembali kurikulum untuk mengembangkan keterampilan berpikir (Bell Gedler;hal 65). Bruner mengemukakan perlu adanya teori pembelajaran yang akan menjelaskan asas-asas untuk merancang pembelajaran yang efektif di kelas dalam rangka mengembangkan keterampilan berfikir.

 

       Agar pembelajaran dapat mengembangkan keterampilan intelektual anak maka materi pembelajaran perlu disajikan dengan memperhatikan tahap perkembangan kognitif anak  yang meliputi tahap enaktif, ikonik, dan simbolik.

  1. c.       Pendekatan model belajar Bruner

       Pendekatan model belajar Bruner ini didasarkan pada dua asumsi, yaitu :

  1. Perolehan pengetahuan merupakan suatu proses interaktif. Artinya, pengetahuan akan diperoleh orang yang belajar bila di dalam pembelajaran yang bersangkutan berinteraksi secara aktif dengan lingkungannya.
  2. Orang mengkonstruksikan pengetahuannya dengan cara menghubungkan informasi yang tersimpan yang telah diperoleh sebelumnya. Dalam belajar hal-hal yang mempunyai kemiripan dihubungkan menjadi suatu struktur yang member arti.

 

  1. d.      Belajar penemuan dari Bruner, manfaat, dan contoh penerapan dalam pembelajaran

       Belajar penemuan merupakan salah satu model pembelajaran atau belajar kognitif yang dikembangkan oleh Bruner (1966). Menurut Bruner belajar bermakna hanya dapat terjadi melalui belajar penemuan. Bruner yakin bahwa belajar penemuan adalah proses belajar di mana guru harus menciptakan situasi belajar yang problematic, menstimulus siswa dengan pertanyaan-pertanyaan, mendorong siswa mencari jawaban sendiri, dan ,melakukan eksperimen.

       Saat ini model beljar penemuan menduduki peringkat atas dalam dunia pendidikan modern. Satu yang banyak diterapkan dalam pembelajaran di Indonesia adalah konsep belajar siswa aktif atau cara belajar siswa aktif ((CBSA). Dalam menerapkan model belajar seperti ini, seorang guru dianjurkan untuk tidak member materi pelajaran secara utuh. Siswa cukup diberikan konsep utama, untuk selanjutnya siswa dibimbing agar dapat menemukan sendiri sampai akhirnya dapat mengorganisasikan konsep secara utuh.

 

  1. e.      Belajar bermakna dari Ausubel

       David Ausubel banyak mencurahkan perhatiannya pada pentingnya mengembangkan potensi kognitif siswa melalui proses belajar bermakna dan belajar verbal yang dikenal dengan expository learning. Pandangan Ausubel tentang  belajar sangat bertentangan dengan para ahli psikologi kognitif lainnya, yaitu Bruner dan Piaget. Menurut Ausubel, pada dasarnya orang memperoleh pengetahuan melalui penerimaan, bukan melalui penemuan. Konsep-konsep, prinsip, dan ide-ide yang disajikan pada siswa akan diterima oleh siswa.

       Belajar bermakna akan terjadi apabila informasi yang baru diterima siswa mempunyai kaitan erat dengan konsep yang sudah ada atau diterima sebelumnya dan tersimpan dalam struktur kognitifnya. Informasi ini baru ini juga dapat diterima atau dipelajari siswa tanpa menghubungkan dengan konsep atau pengetahuan yang sudah ada. Cara belajar seperti ini disebut belajar menghapal.

 

  1. f.        Klaasifikasi belajar Ausubel dan cara pengajarannya

       Ausubel mengklasifikasikan makna belajar ke dalam dua dimensi. Dimensi pertama berhubungan dengan cara bagaimana informasi atau materi pelajaran disajikan siswa, apakah melalui penerimaan atau melalui penemuan. Belajar menurut dimensi ini diperoleh melalui pemberian informasi dengan cara dikomunikasikan kepada siswa dalam bentuk belajar penerimaan dan menyajikan informasi itu dalam bentuk final. Cara kedua, berhubungan dengan bagaimana siswa dapat mengaitkan informasi yang diterima dengan struktur kognitif yang sudah dimilikinya. Dalam hal ini siswa menghubungkan atau mengaitkan informasi yang diterima dengan pengetahuan yang telah dimilikinya. Itulah yang dikatakan belajar bermakna.

  1. g.       Struktur kognitif

       Struktur kognitif didefinisikan sebagai struktur organisasional yang ada dalam ingatan seseorang yang mengintegrasikan unsure-unsur pengetahuan yang terpisah ke dalam suatu unit konseptual. Struktur kognitif berisi konsep-konsep yang telah tersusun secara hierarki dan tetap berada dalam kesadaran siswa. konsep yang paling inklusif terletak diatas lalu berangsur-angsur pada konsep yang spesifik sampai pada yang akhir.

 

  1. h.      Penerapan belajar bermakna

       Ini teori Ausubel tentang belajar adalah belajar bermakna (meaningful learning. Belajar bermakna merupakan suatu proses untuk mengkaitkan informasi baru dengan konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang.

       Dalam perkembangannya, belajar bermakna dapat diterapkan melalui berbagai cara pengajaran, misalnya pengajaran dengan menggunnakan peta konsep.

       Penerapan peta konsep dalam pembelajaran dapat dilakukan untuk menguji dan mengetahui penguasaan siswa terhadap pokok materi yang akan diberikan, serta untuk mengetahui konsep esensial apa saja yang perlu diajarkan.

083813647270  

ingin belajar dan sharing lagi dengan saya hub 083813647270 atau di twitter btc_ikhsan bisa juga di jaring sosial FB muhammad ikhsan hidayat

nb: dapatkan buku “KULIAH!BUAT APA?”

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s